Saturday, August 18, 2012

Ucapan "Minal Aidin Wal Faidzin" Tidak Dikenal Dalam Islam


9:40 PM |

Hari ini adalah hari kemenangan bagi umat Islam, karena sudah sebulan kita shaum dan menjalankan semua kewajiban kita di bulan Suci Ramadhan. sungguh kita patut bahagia menyambut hari ini, bersalam-salaman, halal bi halal dan saling silaturahmi menjadi tradisi bagi Umat Islam khusus nya di Indonesia. kata yang biasa di ucapkan oleh orang orang adalah "minal aidin wal faidzin"  tapi tahukah anda bahwa kata "Minal Aidin Wal Faidzin" tidak dikenal dalam Islam.

Dalam buku berjudul “Bahasa!” terbitan TEMPO. Di halaman 177 buku ini, Qaris Tajudin mengungkapkan bahwa memang frasa Minal Aidin Wal Faizin “berasal dari bahasa Arab, bahasa yang banyak menyumbang istilah keagamaan di Indonesia, baik agama Islam maupun Kristen.” Qaris mengatakan bahwa selain tidak dikenal dalam budaya Arab, frasa Minal Aidin Wal Faidzin juga hanya dapat dimengerti oleh orang Indonesia. Frasa ini bisa ditemui dalam kamus bahasa Indonesia, tapi tidak ditemukan dalam kamus bahasa Arab, kecuali dalam lema kata per kata. Terjemahan frasa ini adalah: "dari orang yang kembali dan orang-orang yang menang" jadi sangat keliru jika kita mengartikan "minal aidin wal faidzin" dengan "mohon maaf lahir dan batin". MUI Sulawesi Tengah juga mengatakan bahwa `minal aidin wal faidzin` hanya di Indonesia

Lalu apa ucapan yang di Syariatkan Islam saat Idul Fitri tiba?? 

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah ditanya tentang ucapan selamat pada hari raya maka beliau menjawab [Majmu Al-Fatawa 24/253] :

“Ucapan pada hari raya, di mana sebagian orang mengatakan kepada yang lain jika bertemu setelah shalat Ied :

تَقَبَّلَ اللهُ مِنَّا وَمِنْكم
Taqabbalallahu minnaa wa minkum

“Artinya : Semoga Allah menerima dari kami dan dari kalian”

Dan (Ahaalallahu ‘alaika), dan sejenisnya, ini telah diriwayatkan dari sekelompok sahabat bahwa mereka mengerjakannya. Dan para imam memberi rukhshah untuk melakukannya seperti Imam Ahmad dan selainnya.

Akan tetapi Imam Ahmad berkata :

“Aku tidak pernah memulai mengucapkan selamat kepada seorangpun, namun bila ada orang yang mendahuluiku mengucapkannya maka aku menjawabnya. Yang demikian itu karena menjawab ucapan selamat bukanlah sunnah yang diperintahkan dan tidak pula dilarang. Barangsiapa mengerjakannya maka baginya ada contoh dan siapa yang meninggalkannya baginya juga ada contoh"

Ibnu Qudamah dalam “Al-Mughni” (2/259) menyebutkan bahwa Muhammad bin Ziyad berkata: “Aku pernah bersama Abu Umamah Al Bahili dan selainnya dari kalangan sahabat Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Mereka bila kembali dari shalat Id berkata sebagiannya kepada sebagian yang lain : "تَقَبَّلَ اللهُ مِنَّا وَمِنْكم ”

Kita di anjurkan mengucap:
تقبل الله منا و منكم صيامنا و صيامكم. 
Semoga Allah menerima dari kami dan dari kalian, Shaum kami dan Shaum kalian

Bookmark and Share


You Might Also Like :


0 komentar:

Post a Comment